Selasa, 28 Februari 2012

Dimulai dari Pakaian?

Menurut sebagian orang, gaya berpakaian orang belum bisa dijadikan acuan apakah dia baik atau tidak, jadi apakah hal ini yang menjadi dasar alasan bagi kaum wanita sekarang untuk menolak mengenakan JILBAB?
"Saya mau benahi tingkah laku saya terlebih dahulu, baru pakai JILBAB" komentar salah seorang teman perempuan.

Baiklah kita simpan dahulu alasan semacam diatas, aku mau cerita tentang keseharianku, semoga diakhir kita bisa menyimpulkan opini tentang "BERAWAL DARI PAKAIAN"
Aku adalah seorang mahasiswi akademi kebidanan, tahu kan? Kalau kuliah di akademi pasti mengenakan seragam, nah tak terkecuali di kampusku, aku pun mengenakan seragam, kebetulan waktu itu aku mengenakan seragam berwarna putih-putih.
Suatu ketika ada jeda jam kuliah yang cukup banyak, ada salah satu kawanku yang doyan "nongkrong" mengusulkan pada kami, "Nongkrong yuk!" Kemudian salah satu dari kami menyahut, "Pakai seragam ini? Aku ga mau ah"
Kawanku yang lain pun menimpali, "Iya, jangan pakai seragam, keliahatan gimana gitu."
Kawanku yang usul nongkrong pun menyahut, "Ya enggak lah, masa' iya mau pakai seragam ini, kurang etis lah."

Nah dari percakapan singkat diatas, ada beberapa hal yang membuatku tersenyum kecil, ternyata "seragam (pakaian)" yang kami kenakan masih mampu membuat "mengerem" untuk melakukan sesuatu.

Lain hal lagi, suatu waktu, ada salah seorang kawanku yang sedang tergesa-gesa menuju kelas, akhirnya dia memutuskan untuk berlari, ditengah perjalanan dia bertemu dengan seorang dosen, tahukah? Dosen kami itu menegurnya, beliau bilang, "Jaga sikap, jangan berlari, kalau memang tergesa-gesa cukup jalan cepat, ingat, kamu itu pakai seragam!"

Waw, pelajaran lagi dari cerita diatas, "seragam (pakaian)" juga menentukan kita bagaimana harus bersikap.

Lanjut lagi ya, suatu ketka juga ada kawanku yang naik motor bertiga, dan kebetulan mereka masih mengenakan "seragam" entah musibah atau rejeki, mereka papasan dengan salah satu dosen, setelah sampai di kampus, mereka bertiga dipanggil oleh dosen, sama seperti cerita sebelumnya, mereka pun ditegur juga, "Kalian itu harus jaga sikap, ga cocok mengenakan pakaian seperti itu naik motor bertiga."
Kawanku itu pun mengajukan pembelaan, "Maaf, Bu, waktu itu saya kasian sama si X karena dia jalan kaki, akhirnya saya ajak dia naik motor bareng yang kebetulan saya lagi membonceng teman."
"Kan bisa kamu nganterkan temenmu dulu, baru kamu jemput si X, bolak-balik ga susah kan, lain kali lebih baik kamu biarkan temanmu berjalan saja daripada harus naik motor bertiga, mengerti!" lanjut dosenku.

Oke mungkin jika kita berada diposisi seperti diatas, kita pasti merasa jengkel karena kita merasa benar bukan? Menolong adalah hal baik toh?
Tapi jika kita mampu mencerna lebih mendalam, hal ini mengajarkan kita untuk disiplin, disiplin untuk konsisten terhadap pakaian yang kita kenakan agar kita selalu menjaga sikap. Yang kebetulan pakaian disini adalah seragam akbid kampus kami.

Begitu juga dengan JILBAB kawan, salah jika kita mengatasnamakan "berbenah diri" terlebih dahulu baru mengenakan jilbab, karena justru jilbab akan membantumu untuk memperbaiki sikap, memang benar, perempuan berjilbab belum tentu baik, tapi orang baik sudah pasti berjilbab :)

Jadi kesimpulan yang bisa aku katakan, "Semua dimulai dari Pakaian" karena secara langsung/tidak pakaian menentukan sikap kita, seperti analogi yang telah aku jabarkan di cerita-cerita diatas tentang seragam yang membuat aku dan kawan-kawanku mampu mengerem sesuatu yang tidak baik bahkan seragam yang membuat kami untuk menjaga sikap, jadi masih belum tergerak untuk berjilbab?
Sebagai pamungkas, sebuah ayat “Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min:”Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59).

Semoga ada manfaat :)

Salam hangat, El Mukarrima

Tidak ada komentar:

Posting Komentar