Kamis, 04 Juli 2013

Apa Kabar MESIR


Apa Kabar MESIR

“Apa kabar Mesir?” Begitu kuawali sapaku pada seorang teman yang kini berada di Mesir. Mengingat berbagai media mengabarkan tentang situasi yang mulai tak kondusif di Mesir, terlebih minggu kemarin pun temanku yang ini mengeluhkan gagalnya rencana berlibur dia karena semua mahasiswa tiba-tiba menjadi tahanan asrama akibat dari demo yang terjadi.

“Kacau. Mencekam. Mudah-mudahan aja ga ada perang saudara,” balasnya.


“Aku serem ngelihat beritanya.”

“Asli tadi malem pas jend sisi ngumumin lengsernya Mursi sudah lebih parah dari tahun baru meriahnya.”

Rakyat diadu domba sama orang-orang anti Mursi ya?”

Konfliknya sudah meluas bukan lagi Mursi-Oposisi. Militer-Sipil. Semakin ngeri saja.”

“Kok bisa sampai merembet gitu sih?”

“Enggak tahu, enggak jelas orang Mesir. Dari dulu juga yang menguasai Mesir kan orang-orang diktator semua. Udah dari jaman fira’un. Enggak mau kayaknya orang baik-baik. Mursi terlalu lembek. Kediktatoran Mubarak masih kental banget.

Mursi itu mau menjadikan Mesir ini negara syariat Islam gitu. Terus ditantang sama orang koptik dan liberal, masalahnya sih orang-orang liberal sama kristen koptik itu ga terlalu besar sih suaranya. Yang jadi masalah itu harga naik semua, melambung tinggi, berbanding terbalik dengan pencanangan negara Islam. Nah isu-isu ini yang dimanfaatkan oleh orang liberal sama koptik untuk memancing warga-warga biasa, rakyat kecil, itu yang jadi masalah. Selain bantuan dana dari Amerika ke oposisi tentunya, di Mesir ini kemarin-kemarin sebelum puncak kan ada dua kubu; kubunya ihwan (Mursi) ada di daerah alun rab’ah dan kubu pemberontak ada di tahrir.

Di kubu pemberontak inilah Amerika-Israel yang bermain. Mereka membayar orang-orang yang mau demo di tahrir untuk menjatuhkan Mursi, yang di tahrir itu kebanyakan preman-preman sama penjahat-penjahat. Ngeriii di sana umm. Kemarin-kemarin itu banyak perempuan asing selain Mesir yang diperkosa, laki-lakinya dipukuli.”

“Allahu Robbi, sekejam itu?”

“Itulah, situasinya sekarang berada dalam ketidakpastian. Seperti api dalam sekam. Gitu kali peribahasanya. Mungkin juga orang ihwan marah, lalu mengacak-acak militer. Lalu militer turun dengan tank-tank. Hiii ngeri. Mahasiswa sudah pada ngebersihin koper-koper mereka, ada desas desus, KBRI sudah siap-siap mengevakuasi kita semua. Tapi aku ga mau pulang umm, aku belum selesai ujian soalanya, hadeuh dilemaaa.”

Kok bisa sampe ngacak-ngacak militer, nah militer itu dukung siapa? Hehe, jangan pulang dulu sebelum dapet Lc.”

Yang nurunin Mursi kan militer. Perkaranya dibalik militer itu ada kekuatan oposisi, Amerika, Israel, yaaa kita tau lah... tapi kalau emang ada evakuasi umm yaaa pulang mau ga mau. Kasihan Mursi sama orang-orang ihwan ditahan lagi mereka. Padahal baru bebas tahun kemarin, ada yang ditahan sudah 30 tahun, sampai nangis-nangis lihat cucunya sudah pada gede. Kasihan orang ihwan.”

“Huaaaa, aku nangis ini.”

“Yaaah politik umm, kita juga sedih lihat Mursi lengser kemarin. Aku pernah jalan-jalan ke sana lapangan rob'ah, tempat demonya orang-orang ihwan pendukung presiden 3 hari yang lalu. Mereka itu baik umm, ngucapin salam duluan, ngaji bareng, kalau udah malem sholat tahajud bareng. Enak di sana damai. Orang mendirikan tenda-tenda di pinggir jalan, kalau salah satunya ada yang makan pasti ditawari.

Kalau di tahrir jangan macem-macem kamu; anarkis, yaaah ga heran, mereka preman semua kok.

Tapi Syeh Ahmad Tayyib.... Syeh Azhar, dukung militer umm, yaaa banyak pertimbangan juga sih, daripada semakin banyak yang mati, mending dukung militer sajalah.

Mungkin ada yang bertanya-tanya, kenapa Grand Syeikh Azhar DR Ahmad Tayyib mendukung keputusan militer. Ternyata beliau mengatakan (Mesir dihadapkan 2 pilihan. Dan seburuk-buruknya pilihan adalah yang menumpahkan darah. Seperti dalam qawaid ''akhaffu baina dararain''. Dan memilih madharat yang lebih ringan adalah wajib. Untuk itu beliau memilih pemilu dipercepat dan rakyat bisa memilih presidennya kembali. Di akhir kalam, beliau mendoakan Negara Mesir dan rakyatnya agar tidak terjadi permusuhan kembali). Ya Rabb, eih kalam dah… helwah awiiiy. Berkata dengan dalil. Tanpa ada unsur politik. Tetapi demi kemaslahatan.

Gitu kira-kira pidato beliau tadi pagi. Yaaah kita doakan yang terbaiklah. Aku minta doanya umm, aku pamit dulu ya. Salamualaikum. PKS itu juga bagian dari Ihwanul Muslimin umm... 

SEMANGAT BERDAKWAH.”

***

Kira-kira seperti itu percakapan antara aku dan salah seorang temanku via chat. Mohon doanya; dengan Mesir damai para mahasiswa juga pun dapat menimba ilmu dengan nyaman.

Jember, 4 Juli 2013

by: El Mukarrima


Tidak ada komentar:

Posting Komentar