Senin, 09 Mei 2011

Ilmu Ikhlas?

Sebelum kita membahas tentang definisi ikhlas, yuk baca 2 penggal kisah dariku ini :)


  • Tiara sedang terbaring lemah didalam ruangan serba putih, wajahnya terlihat begitu pucat. Namun masih terlihat jelas ada sesungging senyum diwajahnya saat petugas PMI membawa keluar sekantong darah segar yang berisi 250cc dari bagian tubuhnya. Ya Tiara habis mendonorkan darahnya untuk membantu sahabat baiknya. Meskipun bekas jarum suntik di lengan sebelah kirinya masih teras sakit, dia merasakan suatu kepuasan sendiri karena telah menolong nyawa sahabatnya yang sedang kekurangan darah akibat kecelakaan.
  • Ani terlihat gusar dan emosi saat ada seekor nyamuk yang tanpa permisi telah menghisap darah dilengan bagian kirinya. Dengan refleknya "Plaaaaak" satu tepokan dari tangannya mendarat tanpa ampun pada tubuh nyamuk hingga nyamuk itu mati tak berbentuk. Terlihat darah segar menempel di tangannya, darah dari tubuh nyamuk yang telah menghisap dari tubuh Ani.


Coba analisa 2 penggal kisah diatas, adakah yang menemukan sesuatu?

Hemm.. aku kasih kesimpulannya aja ya
Analisa tetep lakuin sendiri... kalau masih belum nemuin, bisa tanya aku ^^


Sebenernya, inti dari 2 penggal kisah di atas hanya ingin menunjukkan bahwa keikhlasan itu tidak menentukan besar kecilnya apa yang telah hilang dari diri kita. Kita rela kehilangan darah beratus-ratus cc karena kita ikhlas mendonorkannya, sedangkan jika kita tidak ikhlas, darah yang hanya terhisap sedikit saja akan membuat kita sangat marah dan emosi. Padahal sama-sama kehilangan darah tapi tetap saja efeknya menjadi lain. Yang satu merasa puas karena telah menolong nyawa orang lain, yang satu akan terlihat lebih manyun.

Nah gimana, sudah paham belum?
Hehe yuk belajar ikhlas, biar hidup ini terasa ringan.. sssstt aku juga lagi belajar kok, jangan langsung ngevonis aku uda pinter ilmu ikhlas loh yaaaa.. aku hanya manusia biasa yang juga sering khilaf. Karena sejatinya ilmu ikhlas itu hanya diri kita sendiri dan Tuhan yang tau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar