Minggu, 10 November 2013

Menuai Manis

Tiga bulan lalu. Di dalam form ada pertanyaan yang harus diisi, "Siapa yang menginspirasi kamu untuk menjadi seorang bidan?"

Dengan gerak lincah jari jemari saya mengetikkan nama, "Siti Aisyah, istri Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam."

"Kok bisa sih mbak? Kok bukan Florence Nightingale? Itu form beasiswa, lho! Kok ga sekalian aja Rufaidah Al-Asalmiya atau Siti Rufaidah yang merupakan perawat muslim pertama di dunia."


Entahlah, spontan saya mengetikkan nama itu. Siti Aisyah. Lincah, cerdas, cantik, aaah saya mengaguminya meskipun tak pernah berjumpa. Pikir saya kali itu, "Ga masalah, kalaupun memang bukan rezeki saya seenggaknya saya sudah berusaha jujur. Saya memang mencintainya."

Kedua, saya mengetikkan nama mamah saya. Ya, beliau yang membuat saya belajar untuk sedikit lebih rajin agar kelak menjadi bidan yang profesional. Ketika melahirkan saya, mamah mengalami perdarahan. Pingsan berkali-kali. Saya bertekad, suatu saat nanti semoga saya bisa menyelamatkan ibu yang senasib dengan mamah. Mengatasi perdarahan tentunya bukan hal mudah. Semangat berjuang!

Ketiga, tak ragu saya mengetikkan nama alm budhe saya. Tatik Rahayu. Beliau dulunya adalah seorang bidan. Seseorang yang dengan semangatnya mampu merintis hingga menjadi ketua IBI Jember untuk pertama kali. Orang paling saaaabaaaar dan paling ga bisa melihat orang lain kesusahan. Pasiennya selalu banyak. Tak jarang beliau menggratiskan biaya pengobatan atau persalinan bagi pasien tidak mampu. Rasa sosialnya tinggi sekali. Hormat dan patuhnya pada orang tua, luar biasa. Beliau meninggal ketika H-5 idul fitri, kalau tak salah ingat. Dalam perjalanan ingin mengantarkan takjil untuk ibunya yang merupakan nenek saya dari papah. Namun kecelakaan itu membuat nyawanya melayang. Kini, buku-buku kesehatan miliknya diwariskan pada saya. Semoga saya pun bisa menjadi seorang bidan seperti alm.



Satu hal lagi, buah kejujuran itu manis. Beberapa hari lalu saya menuai hasil form yang saya isi. AlhamduliLlaah, tidak mengecewakan.

1 komentar: