Minggu, 25 Desember 2011

Perasaan Hujan


Kutengadahkan wajahku ke arah langit, aku harap dia menyapaku sopan. Wuzzzzz ternyata dia datangkan banyak air yang tak mampu ku hitung. Ini yang ku sebut HUJAN.


Aku dipeluk
Tubuhku dingin, basah
Katanya ungkapan rindu
Ku sampaikan saja kalimat sederhana
Aku cinta hujan



“Dialah yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan tanaman-tanaman; zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (An-Nahl ayat 10-11)


Pesan rindu
Sudah ku sampaikan
Hitung rintik hujan itu
Ada rinduku disana


Langit gelap menggodaku
Ayolah temani aku
Begitu pintanya
TIDAK !
Ku tolak dia hingga menangis
***
Hari ini kotaku diguyur hujan
Tepat saat dirimu berada dibelahan bumi sana
Jauh..
Jarak pandang kita
Hanya sebatas di lembar elektronik

Hari ini aku menikmati hujan
Rintiknya mampu membaur
Dengan bulir-bulir si kristal bening
Diantara kedua bola mata

Simfoni yang indah
Namun asa tetaplah asa
Tak ada bait rasa
Disini
Hanya biasa

Tapi sesak terasa
Menggumul makna
Tersirat dan tersurat
Beginilah nyata
Apa adanya 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar