Minggu, 25 Desember 2011

Syahrini

Namanya Syahrini, senyum simpul mengguratkan bahagia, tapi ntah mengapa, butiran gerimis di wajah mungilnya menjadikanku sedih, "kamu kenapa?" tanyaku pelan.
Syahrini terdiam. Perlahan dia menundukkan kepalanya, kuikuti saja gerak kepalanya ke arah bawah, "Astaga, maaf Syahrini" ternyata aku menginjak kakinya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar