Senin, 23 Januari 2012

Refleksi Hati

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabaraktuh

MasyaAllah, hari ini kembali hati ini rasanya terketuk dengan kalimat yang membuatku semakin terkejut dari tuan guru Ust. Bachtiar Nasir, "AKHLAK SESEORANG ITU ADALAH REFLEKSI IMAN YANG DATANG DARI SINI, HATI"

Seketika otakku dengan ringannya melayang ke beberapa tahun silam, sebuah kalimat yang tak kalah membuatku mampu semakin membuka mata dan hati, kalimat sederhana namun mungkin akan sangat menyakitkan jika kalimat ini mengenai sang korban yang telah terjerumus, ini adalah kalimat yang sangat aku ingat dari salah seorang guru bahasa Indonesiaku, "Jika kau ingin tahu bagaimana cara mengetahui sholatmu telah benar dan diterima olehNya, maka kau tidak akan pernah yang namanya ingin PACARAN itulah tolak ukurnya secara sederhana."
Ketika itu aku masih ragu, bagaimana tolak ukur diterimanya sholat hanya dengan cara sederhana seperti itu, rasanya kalimat itu menjadi puzzle yang belum tertata dan belum menemukan pasangannya.
Dan HARI INI, ALLAHU AKBAR setelah puzzle yang nyaris aku lupakan, kini telah menemukan pasangannya, aku sekarang paham.
Mungkin secara sederhana aku bisa menyusunnya seperti ini, sholat adalah pondasi dasar keimanan seorang, jika sholat kita benar, itu akan semakin menguatkan iman, dan ketika iman itu telah kuat dan kokoh, secara otomatis dia akan merefleksikan bagaimana iman itu ke dalam akhlaknya, dan akhlak yang baik tentu akan melakukan tindakan baik, dan disini PACARAN adalah sebuah akhlak yang tidak baik, seperti yang kita ketahui Allah telah melarangnya, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. (QS. Al Isra: 32)
Jika kita masih melakukan aktivitas PACARAN? kita urutkan step by step kembali mundur ke belakang, bagaimana akhlak kita, keimanan kita, dan terakhir bagaimana SHOLAT kita?
“Bacalah apa yang Telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan Dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al-Ankabut (29): 45)

PATUTLAH dan sungguh sangat PATUT sahabat jika kita mempertanyakan sholat kita, pertanyakanlah ketika kita telah melakukan akhlak yang tidak baik. Bagaimana sholatku ya ALLAH? Sudahkah aku menuai manfaat untuk menjauhi dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar dengan sholatku?
Kita tak terkecuali aku, memanglah manusia yang tak luput salah dan khilaf, namun sahabat, pintu taubat dan maaf Allah selalu terbuka lebar, marilah kita menuju jalanNya yang lurus dengan selalu memperbaiki diri.

Mari kita saling menasehati dan mengingatkan.
Dan sekali lagi, janganlah sampai mengotori hati kita, ya.. hati, penting sekali, seperti tulisanku yang sebelum-sebelumnya LAKUKANLAH DENGAN HATI.
Jika kita telah menyertakan hati dalam setiap perilaku, insyaAllah orang yang mendapat perlakuan dari kita pun akan mengenai hatinya, dan ini akan menimbulkan efek yang sangat luar biasa.
PERCAYALAH, dan buktikan saja!!!

Wallahu'alam bisshawab

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

El Mukarrima, kala siang yang penuh cinta



Tidak ada komentar:

Posting Komentar