Senin, 15 Agustus 2011

Kutipan Percakapan 1

Tadi pagi sewaktu sahur iseng nonton TV, kebetulan filmnya Para Pencari Tuhan, aku simak detail demi detail percakapan para pemainnya, banyak banget pesan moralnya. Nyesel ga pernah ngikutin nih film. Tadi pagi, aku mendapat pelajaran tentang ikhlas saat percakapan antara Udin dengan Asrul.


"Meskipun Bumi lebih besar dari kita, tapi tetaplah takdir berada dibawah kaki kita."

Aku suka kalimat yang diucapin Asrul ini, simple tapi padet. Adakah yang paham maksudnya?



Udin: "Kita boleh mencintai kan?"
Asrul: "Ya boleh, tapi sekedarnya saja. Jangan terlalu mencintai dunia. Karena anak, istri, harta, dan semuanya hanyalah titipan Allah. Cepat atau lambat semuanya itu akan diambil lagi."

Udin: "Tapi tetep boleh mencintai kan?"
Asrul: "Boleh din, yang ana maksud itu jangan menghamba terhadap dunia. Jika kau mencintai dunia dengan besar, maka dunia akan berlari cepat, kau tak akan sanggup mengejar dunia. Sebaliknya kalau kau menganggap dunia itu kecil, maka dunialah yang akan mengejar kau."
Udin: "Ah bingung gue srul, tapi kita tetap boleh menangis kan?"
Asrul: "Boleh din asal kita tak meraung-raung, seolah Allah memberikan kesulitan yang begitu banyak. Padahal jika kita meneliti satu persatu nikmat Allah itu tak terhingga, tak sebandinglah dengan kesulitan yang sesekali kita alami. Menangislah sekedarnya saja."
Udin: "Benar lu srul, sekarang gue paham." (maaf yang ini aku tulis segini aja, takut ada yang kurang pemahaman ntar malah salah tafsir kalimat)

Oke setelah mengutip pembicaraan kedua pemain ini ada banyak pelajaran yang kita dapat bukan?
(Maaf kalau kutipannya ga terlalu detail, tapi insyaAllah intinya seperti itu)

Kita boleh mencintai dan menangis, tapi sekedarnya saja loh. Dan ikhlas itulah sebenarnya kunci inti dari percakapan ini, jika kita ikhlas maka insyaAllah tak perlu diragukan lagi kita akan melakukan semuanya total niat karena Allah.

by: eL


Tidak ada komentar:

Posting Komentar