Selasa, 22 Februari 2011

Aben dan Moto GP

Val Ross

           “Hhhhh…sial !!! gerbangnya sudah di tutup”, Aben mendengus kesal. Terpaksa dia harus menunggu 30 menit lagi untuk bisa masuk ke dalam sekolah.
Waktu yang cukup lama itu tak membuatnya kehilangan akal untuk berdiam diri, dia segera mengeluarkan Handphone dari dalam saku celananya dan mulai membuka aplikasi game Moto GP.  Duduk bersandar di bawah pohon, nikmat sekali hingga Aben tak sadar bahwa waktu 30 menitnya berlalu begitu cepatnya.

            Plok..plok..plok.. hentakan kaki Ibu Viva tak juga di dengarnya, sampai akhirnya Bu Viva mengeluarkan suara juga “Aben Prasetyo Nugraha” nadanya di buat seolah-olah akan menyambut seorang tamu terhormat.
            Aben tersentak dan mendongakkan kepalanya, “Oh eh Bu Viva.. sudah daritadi bu?” Aben tersenyum menyeringai dengan wajah polos tanpa dosa.
            “Lagi-lagi kamu, alasan apa lagi untuk hari ini? Ban bocor? Atau Motormu yang habis nabrak truk sampah? Atau kucingmu yang baru saja melahirkan?” Bu Viva geleng-geleng kepala melihat tingkah Aben.
            “Hehe, kalau kali ini saya jujur Bu.. tadi saya bangun kesiangan, semalam habis begadang buat belajar. Hari ini ada ulangan 3 mata pelajaran sekaligus”
            “Sudahlah, ikut Ibu ke kantor. Sudah telat malah main game. Handphone kamu saya sita”
            “Payah” gumam Aben dalam hati.

***

            “Waduh bro lu telat lagi? Habis ngapain semalem?” seru Fajar -teman sebangku Aben-
            “Ini proyek besar bro, tadi pagi aku masih ngirim ini nih (Aben menunjukkan sebuah potongan kertas bewarna biru muda)”
            “Apaan ini?” Fajar membolak-balik kertas yang berukuran tak lebih dari 10x5 cm itu.
            “Kupon undian nonton Valentino Rossi secara live di Sirkuit Jerez Spanyol” Aben tersenyum bangga.
            “Halah ngimpi!!! Itu mah kecil sekali peluang menangnya. 1:10.000.000”
            “Sudahlah, kamu ini bukannya memberikan semangat malah bikin anjlok mimpi orang” Aben mengomel kesal.

***

            “Oke sekarang siap-siap ya yang lagi nonton di rumah, sekarang kita undi dulu pemenang yang mendapatkan kaos+helm yang ada tanda tangan dari si Valentino Rossi, 03-0764-10002 ya selamat buat pemenangnya”, suara perempuan yang ada di balik layar TV itu membuat Aben serius memperhatikannya. Aben terlihat komat-kamit membaca doa, agar nomer undian yang ada di kuponnya bisa lolos sebagai pemenang yang bisa nonton Moto GP secara live di Sirkuit Jerez Spanyol.
            “Pasti pemirsa di rumah sudah ga sabar buat tau pemenang yang bisa nonton Valentino Rossi secara live di Sirkuit Jerez Spanyol. Oke sekarang saatnya kita undi, acak-acak dulu kuponnya. Dan ini dia, sudah ada di tangan saya. Dengar baik-baik ya 34-0789-10006”
            “Hah berapa? 34-0789-10006” Aben membaca ulang nomer undian yang ada di tangannya.
            “Sekali lagi saya bacakan, selamat untuk pemenang dengan nomer undian 34-0789-10006 selamat karena anda telah menjadi pemenang untuk menonton Valentino Rossi secara live di Sirkuit Jerez Spanyol” suara wanita di TV itu membuat Aben semakin sumringah.
            “Horeeeeeeeeeee itu nomerkuuuuuuuu, berarti aku pemenangnyaaaaaa, Valentino Rossiiiiiii wait me !!! Aku akan pergi ke Spanyol untuk melihat dan foto bersama dirimuuuuuuuuuu”, Aben melompat-lompat kesenangan.

            Tes..tess… tiba-tiba ada air membasahi kepala Aben, “Hehhh air apa ini? Rumahku bocor? Tapi diluar ga hujan kok?”, gumam Aben yang seketika itu berhenti melompat-lompat.

            “Abeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnnn Prasetyooooooo Nugrahaaaaaaaaaa, banguuuuuun sudaaaaaah siaaaaang ini. Dasar pemalassss !!! Lekaslah pergi sekolah !!!” suara Ibu nyaring sekali.
            Saat Aben membuka mata ternyata di depannya sudah ada Ibu membawa seember air, yang Aben rasa sudah di siramkannya ke tubunya. Karena badannya sudah benar-benar basah.
            “Dasar tukang molor, mimpi terus kerjaannya” omel Ibu

By: eL

Tidak ada komentar:

Posting Komentar