Selasa, 15 Maret 2011

Dirindu Rosulullah

     Mendadak semua orang saling mengerutkan dahi, majelis menjadi hening. Betapa tidak, ini hal pertama bagi Baginda Rosul mengungkapkan sesuatu. Tidak terkecuali dengan Abu Bakar, rasa penasaran yang berkelibat di kepalanya akhirnya membuat dirinya melontarkan sebuah pertanyaan akan teka-teki ini, "Bagaimana dengan kami ya Baginda? Bukankah kami ini saudaramu juga? Mengapa engkau berkata demikian?"
     Dengan wajah tenang dan seulas senyum yang menghiasinya Baginda menjawab, "Tidak wahai Abu Bakar, kalian semua memanglah sahabatku, tapi kalian bukan saudaraku"
     "Lalu siapa saudara engkau wahai Baginda? Bukankah kami ini ikhwanmu juga?" seru salah seorang sahabat lainnya.
     Baginda menggelengkan kepalanya, kembali beliau tersenyum dengan tenang "Saudaraku ialah mereka yang belum pernah melihatku tetapi mereka beriman denganku sebagai Rasul Allah dan mereka sangat mencintaiku."
***

     Di suatu kesempatan lain, Baginda melontarkan sebuah pertanyaan "Siapakah yang mempunyai iman paling ajaib?"
     "Saya tau Baginda, pasti malaikat" seru seorang sahabat.
     "Pastinya, malaikat selalu dekat dengan Allah. Bagaimana mungkin mereka tidak beriman"
     "Emm.. para Nabi?"
     "Wahyu diturunkan kepada mereka, masih tidak mau beriman? itu mustahil" senyum Baginda
     "Lalu siapa? Adakah diantara kami wahai Baginda"
     "Aku berada ditengah-tengah kalian, bagaimana kalian mau tidak beriman?"
     "Kami menyerah Baginda, kami tidak tau siapa yang engkau maksud. Bisakah engkau menjelaskannya pada kami?"
     "Mereka umatku yang hidup selepasku. Mereka membaca Al Qur’an dan beriman dengan semua isinya. Berbahagialah orang yang dapat berjumpa dan beriman denganku. Dan tujuh kali lebih berbahagia orang yang beriman denganku tetapi tidak pernah berjumpa denganku,” jelas Baginda Rosulullah.

     Seketika majelis menjadi sunyi, semua membisu. Semua mata masih memandang ke arah Baginda Rosulullah, di wajah Baginda terlihat guratan-guratan garis kerinduan yang begitu mendalam. Kemudian Baginda melanjutkan ucapannya, "Sungguh aku rindu ingin berjumpa dengan mereka"
__________________________________________

Bertemu wajah bukan syarat mutlak untuk melahirkan sebuah cinta suci. Pengorbanan dan kesungguhan kita untuk menjadi kekasihNya dengan menjalankan amal shaleh dan sunnahnya adalah bukti hati yang sesungguhnya. InsyaAllah umat akhir zaman itu adalah kita. Kita yang benar-benar sungguh mendamba menjadi kekasih dari kekasih Allah itu. Biarlah cinta lain pudar, asal cinta pada ALLAH dan Baginda tetap senantiasa tumbuh disini *hati* kita.

Allahumma shalli ala Muhammad 
___________________________________________

setangkup rindu untukmu wahai Baginda
#Umat Akhir Zaman -eL-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar