Senin, 07 Maret 2011

untukMu

Masih teringat jelas saat diriku tertatih belajar mencintaiMu
Cerita dari lingkup keluarga hingga kajian-kajian madrasah ilmu di lingkup lebih luas
Berbilang hari berganti hari hingga tahun ke-17 di usiaku

Sepanjang musim kemarau berganti penghujan
Dalam helaan nafasku selalu ada namaMu
Sungguh aku mencintaiMu
Tapi aku malu jika Engkau bertanya, "Apa bukti cintamu kepadaKu wahai hambaKu?"

Aku tak sanggup mencintaiMu layaknya syuhada
Merelakan nyawanya dalam jihad untukMu
Pun tak dapat beribadah layaknya orang shalih
Bercinta denganMu dalam bulatnya malam
Ataupun layaknya mereka, Abu Bakar dan Ustman
Menyerahkan seluruh hartanya untuk menempuh jalan jihadMu

Bolehkah aku mencintaiMu melalui rakaat sholat lailku atau sekedar sunnah nafilahku
Selembar dua lembar tilawah harianku
Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku
Shaum layaknya kekasihMu
Ataupun beberapa keping koin logam yang kuberikan untuk mereka di perempatan jalan
Bolehkah?

Bukan... bukan... bukan...
Ini bukan cinta sederhana

Aku sedang belajar
Maka tuntunlah aku untuk mencintaiMu seutuhnya

#kala rindu mengecap manisnya iman

2 komentar: