Senin, 07 Maret 2011

Wahai pemilik tulang rusukku

Wahai akhi yang tak pernah ku jumpai
Izinkan aku mengatakan sesuatu

Akhi pemilik tulang rusukku..
Disini aku berdiam dalam hati menanti

Ku berharap kau disana pun menanti kehadiranku
Aku tak kan melayangkan fantasiku tentang ketampananmu
Karena kau tau? Aku tak secantik yang kau mau

Mungkin aku tak seperti yang kau harap
Tapi sungguh aku menginginkanmu menjadi nyata di hidupku kelak
Bukan sekedar angan dalam hembusan angin
Bila waktu jenuh dan mepertemukan kita
Izinkan aku menahan pandanganku sampai akhirnya pandangan ini halal adanya

Akhi pemilik tulang rusukku
Terima aku apa adanya
Demikian pula aku kan menerimamu dengan apa adanya pula
Mari kita rajut cinta kita dibawah cintaNya
Hingga di deklarasikan kehalalan bagimu atas diriku
Kecuplah keningku di antara temaram senja
Diantara Permadani Agung kemerah-merahan tersenyum malu melihat cinta kita

Biarakan aku berlabuh dalam keagungan nikmat yang begitu dahsyat karena cintaNya
Tetaplah senantiasa disampingku sayang..
Jangan menjauh..
Sungguh diriku ingin menggandengmu
Bersama-sama dalam mengarungi butir iman kita
Menyatukan hati tuk menggapai cintaNYA

*teruntuk pemilik tulang rusukku,
kala permadani agung berhiaskan bintangnya
:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar